Senandung rindu bahasa alam
mengiris tangis jerit angin berbisik
di lengkung gejolak ombak menerjang karang
dalam gemuruh api lava merapi
di atas tanah-tanah tandus,
bukankah Dia telah memberimu kehidupan
dengan buah-buahab dan sayur-sayuran
tanpa pernah kau siram
bukankah Dia telah memberi binatang ternak
tanpa pernah kau beri makan
dari lautan kau temui mutiara yang indah
ikan-ikan yang berwana asinnya laut mempesona,
dengarlah jeritan kalbu wahai pemuda
lihatlah nestapanya
alam yang indah kini derita menggores
teraniaya sukmanya,
alam telah tersiksa dengan paksa besi baja
terpangkas tak bersisa
air keruh menggenang bau anyir darah
tumpukan tandus pohonan kering
kepanasan dalam ruangnya angkasa
kehausan dalam kemarau panjang ibunda merana,
alam menunggumu tidakkah kau rasa
merindukanmu apa kah kau tahu
dalam penantian tidakkah kau mengerti
dari sisa waktu yang lama
penih penantian dalam pengharapan
kau kembali
karena Allah telah menjadikanmu khalifah
akankah kau lupa.
#tapak-tapak cinta ilahi
mengiris tangis jerit angin berbisik
di lengkung gejolak ombak menerjang karang
dalam gemuruh api lava merapi
di atas tanah-tanah tandus,
bukankah Dia telah memberimu kehidupan
dengan buah-buahab dan sayur-sayuran
tanpa pernah kau siram
bukankah Dia telah memberi binatang ternak
tanpa pernah kau beri makan
dari lautan kau temui mutiara yang indah
ikan-ikan yang berwana asinnya laut mempesona,
dengarlah jeritan kalbu wahai pemuda
lihatlah nestapanya
alam yang indah kini derita menggores
teraniaya sukmanya,
alam telah tersiksa dengan paksa besi baja
terpangkas tak bersisa
air keruh menggenang bau anyir darah
tumpukan tandus pohonan kering
kepanasan dalam ruangnya angkasa
kehausan dalam kemarau panjang ibunda merana,
alam menunggumu tidakkah kau rasa
merindukanmu apa kah kau tahu
dalam penantian tidakkah kau mengerti
dari sisa waktu yang lama
penih penantian dalam pengharapan
kau kembali
karena Allah telah menjadikanmu khalifah
akankah kau lupa.
#tapak-tapak cinta ilahi