Sabtu, 17 Oktober 2015

PSIKOLOGI



PSIKOLOGI
“KONSEP KESADARAN DIRI DAN KETIDAKSADARAN MANUSIA”



DISUSUN OLEH :
ARINA MA’RUFA                (15.1435)
DINDA APRISKAWATI        (15.1442)
NIKEN WARDANI               (15.1459)
REGINIA RATNA V.            (15.1466)
YUKI MAHARDIYANTI        (15.1483)


PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2015 / 2016




BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Kesadaran dan ketidaksadaran tidak bisa dipisahkan, menurut S. Frued kita tidak bisa hanya menyelidiki kesadaran saja, sebab yang lebih penting dan berpengaruh besar dalam kehidupan jiwa manusia adalah keti-daksadaran. CG. Jung menyebutkan bahwa struktur jiwa manusia terdiri dari kesadaran dan ketidaksadaran yang saling berhadapan dan melengkapi. Kesadaran berfungsi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, ketidaksadaran berfungsi menyesuaikan diri dengan dunia dalam. Ketidaksadaran merupakan lingkungan primer dari kejiwaan manusia dan merupakan sumber kesadaran.

B.   TUJUAN
1.    Untuk mengetahui pengertian tentang kesadaran diri dan ketidaksadaran manusia.
2.    Mengetahui teori yang menjelaskan dan memuat tentang kesadaran dan ketidaksadaran manusia.
3.    Dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran dan ketidaksadaran manusia.

C.   RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaimana pengertian kesadaran diri dan ketidaksadaran manusia ?
2.    Teori apa saja yang menjelaskan tentang kesadaran dan ketidaksadaran manusia ?
3.    Faktor apa saja yang mempengaruhi kesadaran dan ketidaksadaran manusia ?









BAB II
PEMBAHASAN

A.        PENGERTIAN
Kesadaran merupakan kemampuan individu mengadakan hubungan dengan lingkungannya, serta dengan dirinya sendiri (melalui panca indra) dan mengadakan pembatasan terhadap lingkungannya, serta terhadap dirinya sendiri (melalui perhatian).
Pengetahuan mengenai ketidaksadaran diperoleh secara tidak langsung melalui perwujudan dari pada isi ketidaksadaran itu. Ketidaksadaran mempunyai dua lingkaran, yaitu ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif. Ketidaksadaran pribadi diperoleh individu selama hidup, meliputi hal-hal yang terdesak atau tertekan dan hal-hal yang terlupakan serta hal-hal yang teramati, terpikir dan terasa di bawah ambang kesadaran. Ketidaksadaran kolektif mengandung isi-isi yang diperoleh selama pertumbuhan jiwa seluruhnya, melalui generasi terdahulu.
KESADARAN
Kesadaran atau alam sadar dapat didefinisikan sebagai elemen-elemen mental dalam kesadaran pada saat tertentu, dan merupakan satu-satunya tingkat kehidupan mental yang secara langsung tersedia bagi kita. Berdasarkan bentuknya, kesadaran terdiri dari :
a.         Kesadaran normal, bentuk kesadaran yang ditandai individu sadar tentang diri dan lingkungannya sehingga daya ingat, perhatian dan orientasinya mencakup ruang, waktu dan orang, dalam keadaan baik.
b.         Kesadaran yang menurun, bentuk kesadaran yang berkurang secara keseluruhan, dari kemampuan : persepsi, perhatian dan pemikiran.
Adapun tingkatan penurunan kesadaran adalah sebagai berikut :
·      Amnesia, menurunnya kesadaran ditandai hilangnya ingatan atau lupa tentang suatu kejadian tertentu.
·       Apatis, menurunnya kesadaran ditandai dengan acuh tak acuh terhadap stimulus yang masuk (mulai mengantuk).
·      Samnolensi, menurunnya kesadaran ditandai dengan mengantuk (rasa malas dan ingin tidur).
·      Sopor, menurunnya kesadaran ditandai dengan hilangnya inga-tan, orientasi dan pertimbangan.
·      Sub koma, menurunnya kesadaran ditandai dengan tidak ada re-spon terhadap rangsangan yang keras.
c.         Kesadaran yang meninggi, bentuk kesadaran dengan respons yang meninggi terhadap rangsang.
d.         Kesadaran waktu tidur, bentuk kesadaran yang ditandai dengan menurunnya kesadaran secara reversible, biasanya ditandai posisi berbaring dan tdiak bergerak.
e.         Kesadaran waktu disosiasi, bentuk kesadaran yang ditandai dengan keadaan memisahkan sebagian tingkah laku atau kejadian dirinya secara psikologi dari kesadaran.

KETIDAKSADARAN
Ketidaksadaran tidak mudah disadari, hanya dapat dibuktikan secara tidak langsung, menurut Freud ketidaksadaran merupakan penjelasan untuk makna mimpi-mimpi, sifat-sifat tertentu dari sifat pelupa yang dinamakan represi-represi. Alam prasadar dan bawah sadar termasuk pada ketidaksadaran pribadi. Alam prasadar merupakan daerah perbatasan antara ketidaksadaran pribadi dengan kesadaran, berisi hal-hal yang siap masuk dalam kesadaran.

B.        TEORI-TEORI
1.         Teori Sigmund Freud
Sigmund Frued adalah seorang dokter yang menekuni ilmu psikologi, mengemukakan teori psikoanalisa. Teorinya menjelaskan bahwa kesadaran hanya sebagian kecil dari seluruh kehidupan psikis. Psikis diibaratkan fenomena gunung es ditengah lautan luas, dimana yang terlihat dipermukaan air laut menggambarkan hal-hal yang ada dalam alam sadar atau kesadaran. Sedangkan yang berada dibawah permukaan air laut dan merupakan bagian terbesar adalah hal-hal yang tidak disadari atau ketidaksadaran. Tingkat kesadaran (topografi kesadaran) menurut Frued dibagi menjadi 3 daerah, yaitu :
a.   Alam sadar, merupakan bagian terkecil, diperoleh melalui pengamatan (persepsi) baik yang berasal dari luar dirinya (eksternal) maupun dari dalam dirinya (internal). Alam sadar mempunyai hubungan yang sangat erat dengan alam pra sadar. Dalam kehidupan psikis, bahan-bahan yang berasal dari alam prasadar dapat masuk kealam sadar, sedangkan hal lainnya berada diluar kesadaran. Kesadaran itu sendiri merupakan fenomena subyektif yang isinya hanya dapat dikomunikasikan melalui perilaku dan bahasa.
b.   Alam prasadar, merupakan jembatan penghubung antara alam sadar dan alam bawah sadar. Kehidupan psikis alam prasadar disebut pros-es berpikir sekunder, yang memiliki prinsip kenyataan dan bertujuan menghambat munculnya keinginan instingtif, menghindari ketidak-senangan dan mengikat energy psikis agar sesuai dengan kenyataan dan ajaran serta norma individu. Alam prasadar berisikan kehidupan psikis yang laten dan tanggapan yang bisa diingat kembali, artinya dapat muncul kembali melalui ingatan, persepsi dan reproduksi. Alam prasadar menjaga agar hasrat yang mencemaskan dan bertentangan dengan realitas tidak keluar ke alam sadar.
c.   Alam tak sadar, merupakan sistem dinamis yang berisi berbagai ide dan afek yang ditekan atau terdesak. Hal-hal yang ada dalam alam tak sadar tidak dapat di munculkan kembali ke alam sadar, karena ada sensor mimpi maupun represi dari alam prasadar. Komplek terdesak dapat muncul ke alam sadar apabila alam prasadar dibuat tak berdaya, seperti pada pembentukan gejal neurotic, dalam keadaan mimpi atau dikelabui lelu-con. Keadaan psikis pada alam tak sadar disebut proses berpikir primer yang mengutamakan pemuasan keinginan dan erat kaitannya dengan prinsip kesenangan (hedonism) dan naluri seksual. Alam tak sadar ber-isikan kekuatan pokok yaitu nafsu yang merupakan ungkapan libido se-bagai sumber segala nafsu yang hendak keluar.

2.         Teori Carel Gustav Jung
Terkenal dengan teorinya psikologi analitik, yang menjelaskan bahwa jiwa (psikis) manusia yang merupakan totalitas kehidupan jiwa, yang terdiri dari :
a.    Alam sadar (kesadaran), yang berfungsi untuk adaptasi terhadap dunia luar (lahiriah)
b.    Alam tak sadar (ketidasadaran), yang berfungsi untuk adaptasi terhadap dunia dalam (batiniah). Ketidaksadaran merupakan tenaga utama dari kehidupan manusia. Hubungan antara alam sadar dan alam tak sadar, adalah kompensatoris dan batasnya tidak tetap atau dapat berubah-ubah. Artinya luas daerah kesadaran atau ketidaksadaran dapat bertambah atau berkurang. Pada kenyataannya derah kesadaran meruapakan bagian kecil dari alam kejiwaan.


3.         Teori Alfred Adler
Teori yang dikemukakannya adalah psikologi individu, memandang kesadaran sebagai pusat kepribadian bukan ketidaksadaran. Ketidaksadaran merupakan kekuatan-kekuatan pendorong, banyak berperan pada kejadi-an salah/ keliru. Menurutnya kehidupan sering didasari ketidaksadaran dan rahasia, termasuk tujuan yang ingin dicapai pun kadang merupakan tujuan yang tidak disadari.


C.        FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Defense mekanisme (pertahanan diri) yang lemah :
·                Kelelahan fisik dan mental
·                Sakit fisik dan mental
·                Konflik-konflik mental
Bentuk-bentuk defence mecanisme :
·                Rasionalisasi (suka cari alasan)
·                Regresi (mundur ke perkembangan yg sudah dilalui)
·                Proyeksi (pantulan)
·                Displasment (mengalihkan kekecewaan kepada orang yg lebih lemah)
·                Denial (menghindar)
·                Sublimasi (merubah sifat buruk  menjadi sifat baik)








 
BAB III
PENUTUP

A.        KESIMPULAN
Kesadaran merupakan kemampuan individu mengadakan hubungan den-gan lingkungannya, serta dengan dirinya sendiri (melalui panca indra) dan mengadakan pembatasan terhadap lingkungannya, serta terhadap dirinya sendiri (melalui perhatian). Berdasarkan bentuknya terdiri dari kesadaran normal, kesadaran yang menurun, kesadaran yang meninggi, kesadaran waktu tidur, kesadaran waktu disosiasi. Ketidaksadaran tidak mudah disadari, hanya dapat dibuktikan secara tidak langsung, menurut Freud ketidaksadaran merupakan penjelasan untuk makna mimpi-mimpi, sifat-sifat tertentu dari sifat pelupa yang dinamakan represi-represi. Alam tak sadar adalah daerah kesadaran yang berisi berbagai ide dan afek yang ditekan, yang tidak dapat diingat kembali karena ditahan oleh alam pra sadar sebagai sensor. Ketidaksadaran mempunyai dua lingkaran, yaitu ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif. Alam prasadar dan bawah sadar termasuk pada ketidaksadaran pribadi.

B.        SARAN
Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai referensi dan untuk menambah pengetahuan tentang psikologi khususnya konsep kesadaran dan ketidaksadaran diri manusia. Penulis menerima kritik dan sarannya dari pembaca apabila dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dalam penyusunan.







DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar